BUDAYA KLENTENG CINA
INGIN DI HARGAI
TG.PINANG : Klenteng
sanggar daerah jalan pagar batu gang teladan salah satu tempat ibadah untuk
umat agama budha,yang yang telah di bangun pada 30 tahun yang lalu,dan latar
belakang klenteng ini ialah untuk berusaha mengembalikan budaya asli
local.sehingga masyarakat umumnya tidak hanya bisa mengenal dengan gaya
bangunannya saja.
Dan sering kali
orang yang beragama budha tidak tau makna yang terkandung yang ada di
dalamnya,seperti pemersalahan kurangnya
wilayah atau tempat bangunan untuk klenteng
ini dan masyarakat setempat hanya bisa menggunakan apa yang ada untuk bisa
bersembayang .
Untuk
mengembalikan nama klenteng seperti semula,memang perlu ada rasa niat ingin
bersembayang apa lagi setiap tanggal 1 dan 15 wajib untuk bersembayang bagi
orang yang beragama budha .dan kemauan para pengurus klenteng itu sendiri dan
jangan sampai menimbulkan konflik di antara mereka dan akan bisa beribadah
dengan nyaman.
Pada umunya
bangunan tempat ibadah yang namanya klenteng
itu adalah dari masyarakat tionghoa secara umum bukan milik salah satu
kelompok agama tertentu ,menurut ALI,ketua RT di jalan telada , pagarbatu
mengatakan klenteng ini adalah tempat ibadah bagi masyarakat setempat yang pada
umumnya terpaksa karna tidak ada wilyah atau tempat untuk membangun klenteng
yang selayaknya.
Saat ini
klenteng ini sudah menjadi lebih bagus
dari pada 5 tahun yang lalu Itupun karna ada rasa inisiatif kami bagai mana
klenteng ini bisa di anggap layak, dan setiap pada bulan oktober klenteng ini
selalu mengadakan sanggar budaya seperti, barongsay dan karoke bersama.saya
selaku ketua RT ingin memberitahukan bahwa saya ingin klenteng ini di
perhatikan oleh pemerintah dan jangan mengganggu waktu dalam kegiatan agama kami
karna semua orang berhak menentukan keyakinannya masing-masing .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar