Selasa, 25 Juni 2013

PENGAMEN HARUS MENGHIBUR BUKAN MENGGANGGU


PENGAMEN HARUS MENGHIBUR BUKAN MENGGANGGU

Pengamen-pengamen sekarang sering dianggap mengganggu kenyamanan warga. Seperti halnya pengamen di tepi laut mereka biasanya mulai bergerak dari sore hari hingga tengah malam. Dan merekapun tidak sendiri-sendiri tapi ada beberapa kelompok, satu kelompok berjumlah 3 s/d 5 orang. Mereka mendatangi orang-orang yang sedang duduk santai secara bergilir lalu bernyanyi dan memungut upah dari pendengar.

Pengamen adalah profesi yang dimana sering diperankan oleh anak-anak muda, mereka menjual jasanya dengan bernyanyi menggunakan berbagai alat music seperti girt, gendang buatan dll. Dengan bernyanyi di tepi-tepi jalan atau di tempat-tempat orang bersantai mereka biasanya mendapatkan uang seikhlasnya.

“ Hampir setiap minggu saya duduk malam di tepi laut sambil nebikmati bandrek disana. Dari jam 8 malam hingga 10 malam itu sudah 5 kelompok pengamen yang menhampiri saya, setiap kelompok pengamen saya beri 2 ribu rupiah. 5 kali sudah 10 ribu. Kalau saya tidak member uang, saya takut mereka bertindak kasar.” ujar Hendy pemuda 22 tahun yang juga mantan pengamen.

Selain itu, warga juga beranggapan kalau pengamen-pengamen tersebut rata-rata preman dan tidak bersekolah, dan mereka sempat dianggap mengganggu kenyamanan seseorang pada saat bersantai.

“ Pengamen-pengamen tersebut rata-rata tidak bersekolah. walaupun tidak semua para pengamen tersebut jika setelah beroperasi dan mendapatkan uang, mereka membeli minuman keras, rokok dan lain-lain. Bukannya saya tidak suka dengan pengamen tetapi jika pengamen-pengamen itu lebih teratur dan tidak beroprasi di satu lahan saja mungkin warga tidak merasa terganggu. Maka dari itu saya harap pengamen-pengamen agar lebih bisa membagi lahan agar warga tidak terganggu.” tambahnya.

Kepada pemerintah agar lebih menyediakan lapangan kerja untuk para penganggur di Tanjungpinang ini atau membuat persatuan resmi untuk para pengamen agar bisa lebih teratur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar