ANAK PUNK
TG.PINANG : Rabu (1/4) Hidup mandiri bergantung dengan
lingkungan itu adalah cara hidup anak punk.Rabu (11/4) jumlah mereka sekarang
bertambah drastis dari tahun 2010 sampai 2013 hampir mencapai 40% dari jumlah
sebelumnya.Dengan bertambahnya jumlah anak punk,saat ini warga mulai merasa
resah dengan kehadiran anak punk.Terutama para pengguna jalan raya,anak punk
sering berkumpul disetiap ruas-ruas kota
dan lampu merah karena masyarakat menilai anak punk identik dengan
premanisme.
Sering kali anak punk dijumpai
disetiap lampu merah mereka menawarkan jasanya dengan cara mengamen.Masyarakat
yang bersangkutanpun mau tidak mau memberikan uang kepada anak punk
tersebut karena masyarakat takut jika
tidak diberi akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.Tidak hanya itu,anak
punk juga mulai menggoda atau mengganggu pengendara wanita yang melintas atau
berhenti disetiap lampu merah.Dan ini membuat para pengendara wanita merasa
terganggu dengan kehadiran anak punk.
“Setiap kali saya berhenti di lampu
merah tepatnya di daerah Pamedan,saya sering kali melihat anak punk itu.Mereka
mengamen bahkan yang paling tidak saya sukai mereka menggodai saya dan itu
benar-benar membuat saya merasa terganggu.” sebut Affriani.
Dari salah satu masyarakat yang
ditemui ternyata kehadiran anak punk berdampak buruk terhadap lingkungan
masyarakat.Menurutnya (Affriani,penjaga Counter,23 thn) para anak punk tersebut
harus lebih ditertibkan dan diberikan peringatan agar tidak mengganggu
kenyamanan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar